Ada Tiga Sikap Berani ! Dimanakah Posisi Anda?

Masbareng | Sebuah tindakan untuk melangkah ke depan, di tinjau dari beberapa sisi tidak lepas dari yang namanya keberanian. dalam bidang apa saja, mulai melamar kerjaan, membuka bisnis, belajar mengendarai kendaraan dan lain sebagainya. dari semua hal tersebut sudah pasti seseorang memiliki sikap keberanian masing-masing dalam menentukan langkahnya. dan sudah jelas pula jika di ambil secara umum sikap tersebut bisa dibagi mejadi tiga antara lain :
  • BERANI KARENA TERPAKSA
  • BERANI KARENA SUDAH SIAP
  • BERANI KARENA BODOH
Berani Kerena Terpaksa
Sikap ini diambil karena sudah tidak ada pilihan, misal orang yang kurang berpendidikan sulit melamar kerja, atau orang yang sudah resign dari kerjaan kantornya tapi sudah sangat bosan untuk menjadi karyawan kembali. mereka ini tidak punya pilihan untuk mencari rezeki selain dengan jalan wirausaha atau bisnis, sudah harga mati untuk mereka membangun mental nekat dan jiwa fighter agar bisa membuka usaha dan berusaha mati-matian untuk mengembangkan usahanya, mereka terpaksa melakukan ini karena sudah tidak ada pilihan sedangkan kebutuhan dan biaya hidup terus berjalan dan makin mahal. seperti kutipan yang keluar dari pengusaha besar indonesia Chairul Tanjug ” Saya diciptakan oleh kondisi yang mengharuskan saya jadi pengusaha,karena harus cari uang untuk mendanai hisup saya ” Saat itu kondisi beliau tidak ada pilihan, baru masuk kuliah, orang tua dalam keterbatasan dana sementara belum banyak kerjaan paruh waktu yang bisa dikerjakan selain bisnis.
Berani Karena Siap
Pastinya sikap ini ada pada orang yang memang sudah mempersiapkan diri secara matang, biasanya mereka sudah merencanakan program jangka panjang, mempersiapkan modal baik skill dan semangatnya. orang dengan sikap tersebut selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan ketika sudah melangkah dalam segala bidang, entah itu terjun kedunia bisnis, pekerjaan atau dalam hal yang ringan misal hendak melakukan perjalanan.
Seumpama mereka hendak bepergian keluar kota, sebelum berangkat pasti sudah mendalami informasi tentang kota tujuanya. baik dari transfortasi yang aman, hotel yang murah, bagaimana ia harus bertindak ketika tersesat dan memperlakukan dirinya jika badannya terasa lelah di perjalanan. itu semua sudah dipersiapkan secara matang, orang-orang seperti ini biasanya memiliki sifat yang sangat bijak.
Berani Karena Bodoh
Orang-orang dengan sikap jenis ini memiliki pandangan buta, bukan maksud buta matanya tak melihat. kalau bahasa jawanya Blonong Gebet ! tidak melihat realita yang ada. misal dalam bidang pekerjaan dengan modal bawa ijazah smp melamar kerjaan ke perusahaan bonafit dan niatnya menjabat sebagai manager, sepertinya sudah dipastikan baru beberapa menit masuk kantor pendaftaran langsung keluar lagi, memang bagus niatnya tapi secara fakta itu susah di terima dalam pandangan umum bukan maksud meremehkan.

Contoh lain dalam bisnis, banyak orang berandai-andai pasti kalo buka usaha ini untung. pokoknya yang ada dalam pikiranya itu untung,untung dan untung. memangnya masak nasi ditungguin bentar terus mateng, dikira hari ini belanja kaos terus besok di jual laku semua dan mendapat untung puluhan juta, tapi setelah ekseskusi untungnya memang berjuta-juta cuma hanya di alam khayalan belaka. sudah begitu ilmu pemasaran juga buta, tidak tau perkembangan trend, taunya usaha udah sekian bulan udah untuk modal ini dan hasilnya harusnya segini. ibarat orang mau nyebrang zebra cross, taunya zebra cross buat nyebrang . giliran lampu hijau nyala dia main nyebrang aja gimana jadinya coba?

Ia kalau masih dalam angan-angan doang sih resikonya kecil, paling kaya orang stress. tapi kalau udah nekat main hutang bank dengan bunga segaban, usahanya masih meraba-raba atau gerayangan, tidak tau ilmu pemasaran waduh. takutnya tengah-tengah ga bisa jalan, jadilah macet setoran, dikejar utang , hidup tertekan dan jadi stres beneran. ini biasanya efek modal semangat buta tanpa memahami kenyataan atau realita.
Semangat dalam memulai bidang apa saja itu sah dan boleh, tetapi kita juga harus paham dan sadar akan kemampuan yang kita miliki sehingga resiko bisa diminimalisir. Kalau sahabat pembaca termasuk yang mana nih?

Post Author: Maz Ogie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *