Bertahan Dalam Keterpurukan

Masbareng.com | Keterpurukkan adalah suatu keadaan dimana kita merasa sangat pesimis untuk menjalani kehidupan, tidak ada gairah dan semangat, lemah dan tak mempunyai pandangan untuk masa depan. apakah sahabat sedang mengalaminya?
Jika ia, maka nasib sahabat pembaca sama dengan penulis. jujur saat artikel ini ditulis kondisi penulis sedang entah berantah, trauma dari sebuah ulah yang dilakukan teman kolega mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri, rasa curiga pada individu baru atau boleh dibilang sedikit menutup diri dari dunia luar. padahal dunia ini adalah ladang bagi saya untuk mengembangkan potensi, membangun koneksi yang tentunya menunjang saya untuk meraih cita-cita. memang kondisinya tidak seburuk pada awalnya tapi nyatanya butuh waktu lama untuk pulih seperti kondisi semula.
Kalau berbicara keterpurukan ada sebagian orang berbicara tentang bangkit dari hal itu. bicara tanpa merasakan sangatlah mudah, namun apabila mengalami sendiri hidup dalam kondisi terpuruk barulah tau betapa sangat rapuhnya jiwa kita. rasa sakit yang timbul dari akibat semua itu begitu mendalam, selalu terngiang, sanggup melemahkan manusia yang badannya kuat dan besar sekalipun. jika terlintas kondisi tersebut dalam angan seketika kerongkongan terasa sakit untuk menelan, jangankan bangkit, bahkan peduli tujuan hidup saja tidak, benar-benar jalan menuju keujung asa.
Bangkit sangat mudah di ucapkan tapi nyatanya susah untuk dijalankan, biasanya orang yang dalam kondisi terpuruk mengatakan ” tidak lari dan melakukan hal negatif saja sudah bagus” itu mengindikasikan bahwa beratnya kenyataan yang dijalani saat kondisi terpuruk, maka dari itu disini saya tidak akan membahas tentang bangkit dari keterpurukan karna menurut saya terlalu angkuh diri ini berbicara tentang hal itu. hanya saja saya ingin berbagi tips, bagaimana perasaan dan otak kita tetap stabil dan tenang saat hidup dalam kondisi terpuruk.

Hal-hal yang perlu di ingat dalam kondisi ini adalah memahami hakikat hidup ini adalah menuju tuhan, jadi apalah artinya nestapa yang kita alami di dunia ini. Kuatkan hati untuk menerimanya dengan ikhlas, karna yang membuat sebuah derita terasa begitu memilukan itu rasa perlawanan dari dalam hati karna kesusahan yang menimpa kita, yang berlarut-larut kita pikirkan, membangunkan kenangan pait dan akhirnya menjadikan kita menuju keputus asaan, jadi mula-mula ikhlas dulu, tekankan dan katakan dalam diri kita untuk ikhlas…
Jika sudah bisa ikhlas, jiwa mulai terasa tenang. Tapi tenang saja tidak cukup, kita perlu mempertahankan agar mood dan pikiran kita selalu positif. Bagaimana caranya? Simak yang berikut ini :
1. Bergegaslah Merapikan Diri
Keterpurukan biasanya membuat kita malas bergerak, jangankan rapi…perut aja males ngurusinnya. tapi justru itulah yang membuat kita susah beranjak dari kondisi tersebut, jadi mulailah rapikan diri kita, bergegaslah mandi yang bersih gunakan pakaian yang rapi, bila ada pakailah parfum. rapikan kamar dan rumah anda bersihkan semuanya, bukankah tuhan menciptakan alam ini dengan keteraturan, kerapian dan keindahan ? Kenapa kita berantakan…Ayo berdiri dan bergegaslah !!!
2. Keluar rumah dan berbaurlah dengan Warga setempat, terutama orang sepuh
Sering Berdiam diri sangat berbahaya dalam kondisini ini, bahkan seorang introvert pun, tetap disarankan keluar rumah agar bisa melihat pandangan baru, teman baru. Bila perlu mendekatlah pada orang tua sepuh, berbagilah cerita kepada mereka. Orang tua sepuh itu rautnya saja sudah sederhana, tutur katanya lembut, wejanganya menyejukkan jiwa. dengan begitu kamu bisa melihat kehidupan dari sisi lain.
3. Mendekatkan diri kepada tuhan
Siapa yang menanam, pasti akan menuai. Keterpurukan yang kita alami bisa jadi akibat dari dosa masalalu kita, janganlah merasa apa yang menimpa hidup kita itu di anggap cobaan dari tuhan yang dengan anggapan itu kita hanya bisa bersabar, bisa jadi ini adalah hukuman. Maka kita harus bertaubat, mulailah dirikan ibadah, dirikan sholat, dzikir dan mohon ampun. mudah”han dengan ampunannya kita di berikan jalan keluar dari kondisi tersebut. Perbanyak istighfar, istighfar itu melembutkan hati, membukakan jalan keluar. baru setelah itu kita tawakal & bersabar, karna allah berkata dalam firmannya ( innama’al Usriyusron) setelah kesulitan, ada kemudahan. harusnya jika kita memahami dan meyakininya kita menjadi tenang dan teguh dalam bersabar.
Nah, sahabat pembaca…saya rasa baru ini yang bisa disampaikan. jika kalian adalah termasuk yang sedang mengalami kondisi tersebut yakni keterpurukan semoga tulisan ini bisa sedikit membuka pikiran anda, menggugah hati anda dan membuka cakrawala baru dalam menjalani atau melihat kehidupan. Tentu tak lupa pula saya doakan agar kalian dan diri saya pribadi selalu diberikan jalan keluar dari setiap masalah. Aminnn,
Semoga bermanfaat..

Post Author: Maz Ogie

2 thoughts on “Bertahan Dalam Keterpurukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *