Balada Hidup Dalam Kemiskinan

Bagaimana  Sikap Kita Saat di hadapkan dengan kondisi miskin? Mungkin kalau boleh nawar, seluruh manusia yang ada dibumi ini tidak ada yang mau hidup miskin atau fakir. Tapi nyatanya itulah kehendak tuhan yang tidak bisa di tawar, saat kita terlahir dari keluarga miskin, mana kita tau kalau kita ternyata calon orang yang setelah berakal mengaku miskin.
Mengapa tuhan membuat suatu rencana seperti itu ? itu adalah rahasiaanya, namun alangkah bijaknya jika kita berprasangka baik. Karena sesungguhnya saat kita lahir ke dunia itu ibarat murid yang akan memulai ujianya di sekolah, bedanya kalo di sekolah tidak boleh mencontek , tapi kalau ujian dari tuhan kita dikasih contekan, yakni kitab suci. Itulah contekan yang biasa kita sebut pedoman hidup.
Tuhan,,,kenapa aku miskin sedangkan dia kaya? Itulah pertanyaan yang sering terlontar dari orang miskin. Kan di awal sudah di kasih tahu bahwa hidup ini ujian, jadi kenapa miskin?  ya jawabanya karena ini ujian…kenapa dia kaya? Ya itu ujian juga. Enakan dia dong  ujiannya jadi orang kaya ? belum tentu’ sekarang ini banyak kok orang yang terlihat kaya sebenarnya hidup menderita, terkena kasus korupsi, isterinya selingkuh, kena struk, dan masih banyak problema yang lain. Kalau kaya tapi tidak bisa menikmati untuk apa? Kalau kaya tidak bermanfaat untuk apa?
Kenapa tuhan gak adil, ngasih dia kekayaan tapi saya di kasih miskin? Kita ini ciptaanya jadi suka-suka tuhan dong kita mau di bikin apa. Jika anda ingin menciptakan sesuatu , maunya sesuai ke inginan anda, atau ciptaan anda yang protes kepada anda? Tentu semau kita dong. Jadi terima saja,,,tuhan menciptakan kita dalam ke adaan apapun itu ada maksudnya, ada tujuannya. Seumpama anda di ciptakan sebagai orang miskin, tapi anda tetap sabar, berusaha keras, tetap di jalan yang lurus sampai akhirnya bisa sukses itu kan bisa jadi inspirasi orang lain.
Memang tidak di pungkiri, terkadang kondisilah dan kurangnya ilmu serta keinginan orang miskin untuk merubah hidupnya jadi lebih baik itu jadi kendala. Contoh kecil :
 
Sudah miskin, perokok berat
Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri perokok. Setidaknya 1 bungkus sehari. Kalo  kita hitung” sampurna mild itu di kota jakarta harganya kisaran 20.000 x 30 hari = 600 ribu, orang miskin membuang uang secara Cuma-Cuma perbulannya 600 ribu dikali setahun 7 juta 200 ribu, itu hitungan kasar loh, kalo rokoknya lebih dari sebungkus? padahal pemilik perusahaan rokok sendiri tidak merokok. Kok yo ga terima jadi orang miskin yaaa
 
Konsumtifnya minta ampunnn !
Orang miskin kebanyakan bukan hanya tidak sabar dalam menjalani keadaanya, tapi juga tidak sabar dalam menahan keinginannya. Sudah tau penghasilan pas-passan tapi maksain makan yang enak-enak, beli hp baru, smartphone mahal, motor mahal sampe di bela-belain keridit. Padahal semua itu tidak sesuai dengan kebutuhan. Contoh seumpama kerjanya kurir, gaji 3 juta, tiap hari makan penginnya nasi padang yang minimal harganya 15 ribu, hp nya samsung yang harganya 4 juta. Padahal sarat orang hidup, makan pake nasi + lauk seadanya yang penting layak makan saja sudah hidup. Android china harga 800 ribuan saja sudah cukup kalo buat main media sosial, lah samsung galaxy s6  untuk apa coba, kecuali dia harus melayani klien via email yang mesti cepat . atau punya online shop yang perlu update cepat setiap waktu. Ya memang hak mereka, tapi kapan nabungnya? Kapan investasinya. Mereka itu ngikut gaya hidup orang kaya. Padahal orang kaya itu melakukan itu karna sesuai kebutuhan, karna tingkat mobiltas tinggi.
To Be continue

Post Author: Maz Ogie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *